HAKLI Jakarta Bongkar Bahaya ‘Formalin’ pada Furnitur Baru: Tips Netralisir Bau Kimia

Kebutuhan akan hunian yang estetis seringkali membuat masyarakat antusias dalam membeli furnitur baru. Namun, di balik aroma khas “barang baru” yang menyengat, terdapat risiko kesehatan yang jarang disadari. HAKLI Jakarta baru-baru ini memberikan peringatan keras mengenai potensi kandungan senyawa kimia berbahaya pada produk mebel. Salah satu zat yang menjadi sorotan utama adalah formalin atau formaldehida, yang sering digunakan dalam proses produksi kayu olahan, perekat, dan pelapis furnitur.

Bahaya Formalin pada Perabotan Rumah Tangga

Formalin sebenarnya adalah gas tidak berwarna dengan bau tajam yang digunakan sebagai bahan pengawet dan perekat. Pada industri furnitur, zat ini biasanya ditemukan pada material seperti particle board, MDF (Medium Density Fiberboard), dan kayu lapis. Masalah muncul ketika zat ini mengalami proses off-gassing, yaitu pelepasan gas kimia ke udara secara perlahan di dalam ruangan. Jika ruangan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, konsentrasi gas ini akan meningkat dan terhirup oleh penghuni rumah.

Dampak jangka pendek dari paparan gas ini meliputi iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Bagi individu yang sensitif, bau kimia tersebut dapat memicu sakit kepala hebat, mual, hingga sesak napas. Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus terhadap formalin dikategorikan sebagai zat karsinogenik oleh lembaga kesehatan internasional, yang berarti dapat meningkatkan risiko kanker pada manusia. Inilah alasan mengapa masyarakat perlu lebih waspada terhadap furnitur yang mengeluarkan bau menyengat saat pertama kali dibeli.

Tips Netralisir Bau Kimia pada Furnitur

HAKLI Jakarta menekankan bahwa tindakan preventif sangat diperlukan untuk melindungi anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia yang sistem pernapasannya lebih rentan. Langkah pertama yang paling krusial adalah memastikan ventilasi ruangan terbuka lebar. Saat memasukkan furnitur baru ke dalam rumah, jangan langsung menutup pintu dan jendela. Biarkan udara mengalir setidaknya selama 72 jam pertama untuk membantu proses pembuangan gas kimia ke luar ruangan.

Selain ventilasi alami, penggunaan bahan penyerap bau juga sangat disarankan. Meletakkan arang aktif atau activated charcoal di sekitar furnitur baru terbukti efektif menyerap molekul gas formalin yang melayang di udara. Arang memiliki pori-pori mikroskopis yang mampu menangkap polutan kimia. Selain arang, bubuk kopi kering atau potongan bawang merah juga sering digunakan sebagai metode tradisional untuk menetralisir aroma tajam, meskipun efektivitas kimianya tidak sekuat arang aktif.