Menjelang momen Idul Fitri, pergerakan massa dalam jumlah besar atau yang dikenal sebagai arus mudik menjadi fenomena tahunan di Indonesia. Fenomena ini tidak hanya membawa kebahagiaan untuk berkumpul bersama keluarga, tetapi juga menyimpan risiko kesehatan yang signifikan. Oleh karena itu, HAKLI Jakarta mengambil langkah preventif dengan melakukan serangkaian edukasi intensif mengenai pencegahan penyakit yang berpotensi menyebar luas selama periode pergerakan tersebut. Fokus utama adalah edukasi terhadap penyakit menular yang kerap muncul di tengah kepadatan moda transportasi dan kerumunan di titik-titik transit.
Kepadatan di terminal bus, stasiun kereta, maupun bandara menciptakan lingkungan yang ideal bagi transmisi kuman melalui udara maupun permukaan benda yang sering disentuh. Arus mudik yang melibatkan interaksi antara pemudik dari berbagai daerah dengan kondisi kesehatan yang berbeda-beda menuntut kewaspadaan ekstra. Melalui edukasi ini, HAKLI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker saat berada dalam ruang tertutup dan kerumunan, serta menjaga jarak fisik sebisa mungkin.
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh HAKLI Jakarta adalah pentingnya kebersihan tangan sebagai benteng utama. Dalam perjalanan jauh, akses terhadap air bersih dan sabun terkadang terbatas. Oleh karena itu, para pemudik disarankan untuk selalu membawa hand sanitizer berbasis alkohol dengan kadar minimal 60% di dalam tas mereka. HAKLI menekankan bahwa penggunaan hand sanitizer sesaat sebelum makan atau setelah memegang pegangan pintu di moda transportasi umum adalah langkah kecil yang sangat besar dampaknya bagi pencegahan infeksi penyakit seperti flu, batuk, dan gangguan pencernaan.
Selain itu, edukasi ini juga menyoroti aspek sanitasi makanan selama perjalanan. HAKLI Jakarta mengingatkan para pemudik untuk lebih selektif dalam memilih jajanan atau makanan di tempat persinggahan. Makanan yang terbuka dan terpapar debu atau lalat di terminal bisa menjadi sumber penyakit. Disarankan bagi pemudik untuk membawa bekal makanan yang sehat dari rumah atau memilih makanan yang disajikan dalam kemasan tertutup. Keamanan pangan selama mudik adalah bagian integral dari pencegahan penyakit menular yang sering diabaikan.