Menyusul insiden banjir musiman yang meluas, Jakarta Waspada Penyakit Pasca-Bencana. HAKLI Jakarta Mendorong Sterilisasi Pengungsian sebagai langkah preventif utama untuk menghindari wabah penyakit menular yang cepat menyebar di lingkungan yang padat. Inisiatif ini melibatkan edukasi higiene dan sanitasi yang intensif di posko pengungsian yang rentan menjadi klaster penyakit.
Penyakit Pasca-Bencana seperti diare, tifus, demam berdarah, dan penyakit kulit mudah menyebar di lingkungan padat dan kotor seperti posko pengungsian yang minim fasilitas air bersih dan toilet. HAKLI Jakarta (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) memimpin aksi sterilisasi untuk melindungi warga terdampak, terutama anak-anak, balita, dan lansia yang memiliki sistem imun lemah.
Sterilisasi Pengungsian yang didorong oleh HAKLI Jakarta mencakup penyemprotan disinfektan di area komunal (dapur umum dan aula), pembersihan toilet dan kamar mandi umum secara berkala tiga kali sehari, serta pengelolaan sampah medis dan rumah tangga yang efektif untuk mencegah perkembangbiakan vektor penyakit seperti lalat dan nyamuk.
Jakarta Waspada dengan memberikan pelatihan higiene yang intensif kepada relawan lokal dan pengungsi. Mereka diajarkan teknik mencuci tangan yang benar dengan sabun selama 20 detik, penggunaan masker yang tepat, dan teknik pengolahan air minum sederhana (merebus) untuk menghindari kontaminasi fekal.
HAKLI Jakarta Mendorong agar sterilisasi bukan hanya sekali jalan, tetapi menjadi prosedur harian yang terstandardisasi selama posko pengungsian beroperasi. Penyakit Pasca-Bencana dapat dicegah dengan disiplin kebersihan yang tinggi dan pemantauan kesehatan lingkungan yang berkelanjutan oleh petugas HAKLI.
Aksi sterilisasi HAKLI ini bekerja sama dengan PMI, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan Puskesmas terdekat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pengungsian yang sehat dan aman bagi korban bencana, mendukung proses pemulihan dan mengurangi beban fasilitas kesehatan yang sudah padat pasca-banjir.